Membangun Wana Wisata di Kawasan HKm Petak 108
Semangat kelompok tani hutan Sidomulyo III luar biasa untuk membangun wana wisata di Petak 108 BDH Panggang. Ini dibuktikan dengan membuka jalan setapak dan membangun Gubug Pertemuan di tengah kawasan HKm.
“Kami mengundang beberapa pihak yaitu BPDAS, Dishutbun DIY, Dishutbun Gunungkidul, paguyuban Bukit Seribu, dan Shorea pada 2 Februari 2011″, kata Kusyanto Sekretaris Kelompok. Lebih lanjut dia mengatakan bahwa hasil pertemuan itu adalah kesepakatan untuk membentuk tim kerja dalam mendorong realisasi rencana ini.
Petak 108 merupakan kawasan HKm fungsi lindung. Oleh karenanya, masyarakat harus pandai-pandai mencari peluang untuk menghasilkan hasil hutan non kayu dan pengembangan wisata. Petak ini memiliki potensi untuk pengembangan wana wisata. (ewn)
Sertifikasi VLK Siap Digarap
Sertifikasi mandatory terkait P.38/2009 mendorong Konsorsium Shorea Arupa bekerja sama untuk mencoba apakah sistem Verifikasi Legalitas Kayu tersebut implementatif di hutan rakyat dan hutan kemasyarakatan. Untuk itu, atas dukungan MFP II, Shorea Arupa membangun lokasi pembelajaran di 3 kabupaten yaitu Blora, Wonosobo, dan Gunungkidul.
“Kami mencoba belajar bersama masyarakat terkait SVLK. Ini kan regulasi pemerintah, tentunya masyarakat seharusnya diberi ruang untuk merespon terkait kebijakan publik ini. Apabila ternyata terdapat permasalahan-permasalahan yang sulit diatasi dalam konteks SVLK dalam pengelolaan hutan skala mikro dan kecil, pemerintah harus merespon,” ungkap Suryanto Sadiyo, koordinator program.
Program ini mengandung kegiatan peningkatan kapasitas parapihak lokal, pembangunan lokasi pembelajaran, dan penyusunan database pembelajaran.
