Latih-Damping SKAU Bagi Kepala Desa
Latih-Damping terkait Penatausahaan Hasil Hutan dari hutan rakyat diselenggarakan oleh Shorea pada 8 sampai 10 Februari 2011 di LPP Garden Yogyakarta. Kegiatan ini terselenggaran atas kerjasama Shorea, BP2HP, dan MFP Kehati.
Peserta berasal dari Gunungkidul sebanyak 15 kepala desa/perangkat desa dan 14 kepala desa/perangkat desa dari Wonosobo, serta 1 orang dari asosiasi petani hutan rakyat Wonosobo. Semua kepala desa/perangkat desa yang mengikuti latih-damping ini mendapatkan sertifikat pelatihan SKAU.
“Dengan sertifikat pelatihan SKAU yang dikeluarkan oleh BP2HP maka peserta tersebut layak menjadi pejabat penerbit SKAU di desanya. Tentu perlu proses lebih lanjut yaitu peserta harus meregistrasikan diri ke Dinas Kehutanan setempat dan selanjutnya bupati mengangkatnya menjadi pejabat penerbit SKAU sesuai dengan P.51/2006,” jelas Suryanto Sadiyo, koordinator program.
Kegiatan ini merupakan rangkaian program terkait SVLK pada hutan hak/rakyat yang menjadi bagian penting atas pasokan kayu di Jawa. SVLK terkait erat dengan penatausahaan hasil hutan. Selama ini permasalahan yang muncul adalah peredaran kayu rakyat yang tidak dilengkapi dokumen keabsahan kayu. Ini muncul karena terbatasnya penjabat penerbit dan terbatasnya blanko SKAU, dan terlebih pemahaman masyarakat yang belum memadai terkait penatausahaan hasil hutan kayu rakyat.
