Category Archives: Penguatan UMKM

umkm

Pembangunan Sawmill Koperasi Wana Manunggal Lestari mendekati tahap akhir

spanduk 25 Gunungkidul, 14 September 2013

Pembangunan sawmill Koperasi Wana Manunggal Lestari (KWML) mendekati tahap akhir dengan selesainya bangunan kantor, ruang pamer (showroom) dan ruang pertemuan. Sebagai ungkapan rasa syukuran kepada Tuhan Yang Maha Esa, pada hari Sabtu, 14 September 2013 diadakan acara syukuran bertempat di ruang pamer sawmill tersebut. Undangan yang menghadiri acara tersebut adalah perwakilan dari Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Gunungkidul, Perangkat Desa Dengok, Pengurus KWML dan penggiat pengelolaan hutan rakyat lestari dari Perhimpunan SHOREA dan Pusat Kajian Hutan Rakyat Fakultas Kehutanan UGM. Para pekerja bangunan yang terlibat dalam kegiatan sawmill tersebut juga turut hadir untuk meramaikan acara.

Sambutan dari Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Gunungkidul
Sambutan dari Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Gunungkidul

Puji Raharjo selaku penanggunggjawab pembangunan sawmill berharap sawmill yang dibangun bermanfaat bagi masyarakat Desa Dengok dan sekitarnya serta Kabupaten Gunungkidul pada umumnya. Warga sekitar sawmill bisa menggunakan fasilitas ruang pertemuan untuk kegiatan warga dengan menghubungi pengelola sawmill.
Dalam sambutannya, Bapak Taufik JP dari Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Gunungkidul menyampaikan dukungan pemerintah daerah dalam pengembangan hutan rakyat dan industrinya. Pengembangan industri diharapkan bisa memberi nilai tambah hasil hutan kayu dari hanya sekedar menjual kayu gelondongan sekarang bisa menjual kayu olahan. Yang paling penting menurut beliau, produk hasil hutan rakyat yang diperdagangkan harus dijamin legalitasnya untuk meningkatkan kelestarian pengelolaan hutan rakyat.
ingkung 25 Acara syukuran ditutup dengan do’a bersama dan bersantap hidangan ala kadarnya. (ZNR)

Berbagi dengan teman:

Share This:

Penguatan UMKM

Pengembangan kelembagaan harus didukung dengan pengembangan usaha merupakan hal yang mutlak, dimana koperasi merupakan manifestasi dari satu atau beberapa KTH. Kegiatan pengembangan dilakukan pada basis koperasi.
Shorea melakukan penguatan UMKM, meliputi:
1. Koperasi Tani Manunggal, Gunungkidul
Koperasi Tani Manunggal merupakan koperasi yang sudah cukup lama berdiri. Sekretariat koperasi tersebut berada di Dusun Menggoran II, Desa Bleberan, Kecamatan Playen. Koperasi tersebut berbadan hukum No. 518.011/BH/ IX/04. Perkembangan usaha Koperasi Tani Manunggal mengalami kemajuan pesat mulai dari bidang pertanian, kehutanan, dan keuangan mikro. Hal yang mendukung perkembangan usaha tersebut karena didukung oleh sumberdaya manusia pengelola koperasi dan hubungan komunikasi dengan dinas-dinas pemerintah daerah.
Salah satu penopang dalam perkembangan koperasi adalah unit simpan pinjam. Unit tersebut secara rutin membuka pelayanan rutin setiap minggu. Manajemen koperasi sudah berjalan baik diimbangi dengan pembukuan yang baik. Koperasi ini menjadi salah satu model panutan bagi koperasi lainnya di Gunungkidul.

2. Koperasi Sedyo Lestari, Gunungkidul
Koperasi sedyo lestari berdiri sejak tahun 1996,yang berproses dan memperoleh badan hukum pada tahun 1999 alamat Karangasem B Karangasem Paliyan Gunungkidul dengan No akte : 0342/KDK.12.3/1/V/1999. Pada awalnya koperasi ini beraktifitas dalam kegiatan pertanian dengan anggota hanya di wilayah Karangasem, sebagai kegiatan masyarakat mendukung pertanian di desa tersebut. Koperasi Sedyo Lestari berkembang untuk menjadi payung dalam pengelolaan hutan kemasyarakatan di wilayah paliyan. Jumlah anggota yang bergabung dalam koperasi sedyo lestari adalah 465 orang yang terdiri dari 13 sub kelompok HKm.
Koperasi Sedyo Lestari mulai menunjukkan kemajuan perkembangan usaha dengan adanya fasilitasi dari pemerintah dan pemerintah daerah. Fasilitasi tersebut berupa dana pinjaman dan hibah tempat pengeringan kayu. Usaha yanga sudah berjalan dan memberikan pendapatan adalah permebelan, pengembangan ternak sapi, dan warung koperasi.
Manajemen koperasi sudah berjalan namun masih perlu adanya penguatan komunikasi dengan kelompok gabungan. Banyaknya anggota menjadi tantangan kedepan untuk memperbaiki manajemen koperasi.

3. Koperasi Sedyo Makmur, Gunungkidul
Koperasi Sedyo Makmur terletak di Dusun Jragum, Desa Ngeposari, Kecamatan Semanu, Kabupaten Gunungkidul. Sedyomakmur merupakan kelompok tani hutan sekaligus berbadan hukum koperasi. Penggarap HKm-nya meliputi 4 dusun dan 2 desa yaitu Dusun Jragum, Dusun Wediutah, Dusun Plebengan di Desa Ngeposari, dan Desa Candirejo. Jumlah anggota KTH Sedyomakmur adalah 254 orang. Kelompok ini merupakan kelompok induk yang membawahi 7 sub kelompok.
Koperasi Sedyo Makmur merupakan koperasi yang masih muda dimana belum banyak memiliki usaha produktif. Kegiatan usaha masih berbasis pada pertanian, peternakan, dan simpan pinjam.
Selain itu manajemen koperasi masih perlu banyak diperkuat dan dibenahi. Penguatan kelembagaan dalam hal komunikasi internal dan pengelolaan asset menjadi prioritas.

4. Koperasi Rimba Lestari, Gunungkidul
Koperasi Rimba lestari merupakan koperasi serba usaha yang berlokasi di Kecamatan Panggang dan berdiri pada bulan juni 2007 dengan nomor badan hukum 518.041/BH /VI/2007. Koperasi ini merupakan gabungan dari 8 kelompok tani Hkm yang ada di Kecamatan Panggang. Anggota koperasi adalah orang perorang yang merupakan penggarap HKm di BDH Panggang. Anggota koperasi merupakan anggota kelompok tani yang merupakan kelompok penggarap berdasarkan kesamaan kawasan garapan (petak) dan kedekatan dengan lokasi pemukiman (dusun/desa). Koperasi Rimba Lestari mengkoordinasi 8 kelompok tani hutan kemasyarakatan yang mengelola 8 kawasan HKm di Bagian Daerah Hutan Panggang.
Koperasi Rimba Lestari memerlukan upaya yang serius untuk peningkatan kapasitas pengurus koperasi dalam hal manajemen koperasi. Sumberdaya manusia yang terbatas menjadi tantangan yang harus segera diatasi. Selain sebagai koperasi yang baru berdiri, kemampuan keuangan sangat terbatas. Hal ini berimplikasi pada terbatasnya pengembangan usaha produktif.

5. Koperasi Wana Makmur
Koperasi Wana Makmur merupakan koperasi baru yang baru berdiri tahun 2007. dengan bentuk koperasi usaha bersaman. Koperasi Tani Usaha Bersama (KTUB) Wana Makmur terbentuk dari gabungan 3 kelompok tani HKm di Wilayah Playen. Koperasi Wana Makmur berdiri dengan nomor akte : 518.036/BH/IV/ 2007, berlokasi di Dusun Ngasem, Getas, Playen.
Koperasi Wana Makmur merupakan koperasi yang masih berumur muda. Banyak hal yang harus dilakukan untuk memperkokoh koperasi. Di antaranya peningkatan kapasitas sumberdaya manusia, penguatan modal, dan komunikasi internal.

6. Koperasi Ngudi Makmur
Koperasi Ngudi Makmur merupakan koperasi ber-badan hukum 51.043/BH/IX/2007. Koperasi tersebut memperoleh badan hukum koperasi terakhir dari kelompok HKm. Koperasi Ngudi Makmur merupakan gabungan dari 3 kelompok tani HKm yang berada di Dusun Ngampo, desa Pacarejo, Kecamatan Semanu.
Sebagai koperasi yang baru saja berdiri, Koperasi Ngudi Makmur masih berkonsentrasi pada pengembangan organisasi. Hal itu penting untuk mengefektifkan koperasi agar mampu meningkatkan kesejahteraan para anggotanya. Selain itu perintisan usaha produktif juga merupakan hal yang harus dilakukan. Meskipun masih berskala kecil, koperasi tersebut sudah melakukan kegiatan produktif.

7. Koperasi Kusuma Tani
Koperasi HKm Kusuma berdiri pada tanggal 3 April 2000 dengan nomor badan hukum 0389/BH/KDK.12.3/IV/2000. Dalam rangka proses perizinan jangka panjang dalam pengelolaan, ada dua kelompok tani HKm yang bergabung dalam koperasi ini, yaitu kelompok tani HKm Wonorejo dan Karya Hutan. Namun saat ini KTH Wonorejo dan KTH Karya hutan berniat mendirikan koperasi sendiri.
Koperasi Kusuma Tani telah berdiri sejak tahun 2000, namun dalam hal manajemen organisasi masih belum efektif. Banyak hal yang belum berjalan di antaranya adalah komunikasi internal, administrasi, dan keuangan. Selain itu usaha produktif masih belum maksimal berjalan. Beberapa fasilitasi dari pemerintah daerah telah diperoleh, namun belum efektif berjalan di tingkat koperasi.

Berbagi dengan teman:

Share This: