Canting Mas, Keindahan nan Elok dari Kulon Progo

Canting Mas

Pegunungan Menoreh menawarkan berbagai keindahannya sebagai destinasi wisata alam. Salah satunya Canting Mas atau dikenal sebagai puncak Dipowono. Terletak di Clapar 2, Hargowilis, Kokap, Kulon Progo. Dibutuhkan sekitar 1,5jam perjalanan dengan motor dari kota Yogyakarta dengan akses jalan yang memadai.

Pengembangan

Diresmikan oleh Pemda pada tanggal 27 Juli 2015. Pengembangan tempat wisata oleh kelompok hutan masyarakat masih berjalan bertahap sampai sekarang untuk fasilitas di Canting Mas. Baru terdapat rumah pohon 1 buah dan akan ditambah lagi dibeberapa pohon lain. Beberapa unit kios pedagang, WC umum, serta proses pembangunan mushola. Lahan parkir yang lumayan luas sementara masih diatas, diperkirakan akan membangun lahan parkir dibawah supaya seluruh spot di Canting Mas dapat dinikmati. Berpotensi juga sebagai wisata trekking karena letak geografis yang sangat mendukung.

Pengunjung

Pengunjung yang relatif masih sedikit membuat nyaman untuk berwisata alam. Dalam sehari masih sekitar 50 pengunjung. Kebanyakan yang berkunjung adalah saat pagi buta karena ingin melihat sunrise dari Canting Mas. Dikarenakan belum dikenakan tiket masuk dan hanya cukup membayar parkir setidaknya dapat menarik banyak pengunjung. Serta keramahan dari warga sekitar serta pengelola Canting Mas membuat nuansa disini semakin menyenangkan.

Share This:

Bupati Gunungkidul Mengukuhkan Pengurus Paguyuban Petani Hutan Kemasyarakatan “Bukit Seribu”

pengukuhan pengurus paguyuban1

Bupati Gunungkidul Hj. Badingah S.Sos. mengukuhkan Pengurus Paguyuban Petani Hutan Kemasyarakatan “Bukit Seribu” periode 2015 – 2017 di Kawasan Wisata Alam “Watu Payung” Dusun Turunan, Desa Girisuko, Panggang, Gunungkidul pada hari Rabu, 25 Februari 2015. Pengukuhan ini dimaksudkan sebagai dukungan moral kepada pengurus paguyuban dalam bekerja sekaligus untuk mempererat hubungan antar lembaga yang terlibat dalam pengelolaan Hutan Kemasyarakatan (HKm) di Kabupaten Gunungkidul.

Dalam kesempatan tersebut, Hj. Badingah S.Sos. berpesan kepada kelompok masyarakat pengelola kawasan wisata tersebut untuk membangun kawasan wisata Gunungkidul yang berbudaya, yang sesuai dengan karakter serta potensi yang dimiliki masyarakat Kabupaten Gunungkidul. Wisata Alam “Watu Payung” yang berada di areal hutan lindung di Bagian Daerah Hutan (BDH) Panggang ini adalah aset yang dapat dikembangkan sebagai obyek wisata keanekaragaman hayati, selain itu juga sebagai salah satu bagian dari Kawasan Geopark Gunung Sewu yang perlu dilindungi dan dikelola dengan baik.

Bupati Gunungkidul beserta undangan meninjau lokasi wisata alam "Watu Payung"
Bupati Gunungkidul beserta undangan meninjau lokasi wisata alam “Watu Payung”

 

Share This:

+Penyadaran +Pemberdayaan +Penguatan

LinkedIn Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
Social media & sharing icons powered by UltimatelySocial